SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN MAKHLUK HIDUP

1. SEL
Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya.

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda. Kedua jenis sel tersebut adalah sel prokariotik dan sel eukariotik.
Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel, tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti.
Pada sistem lima kingdom, hanya monera (bakteri dan ganggang biru) yang memiliki sel prokariotik.
Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya terdiri atas sel eukariotik

Sel Prokariota strukturnya lebih sederhana daripada struktur sel eukariota, karena tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. Batas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaan selnya.

Sel-sel tersebut akan menyusun tubuh makhluk hidup melalui pengorganisasian yang sistematis. Dalam organisasi tubuh, sel memiliki peranan yang sangat penting. Kamu tidak dapat mengamati sel secara jelas pada tanaman atau hewan hanya dengan mata telanjang. Kamu membutuhkan alat bantu berupa mikroskop.

Bagian sel dan fungsinya




a. Membran sel (membran plasma)
Membran sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat, dan protein. Membran sel berfungsi untuk melindungi dan mengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel. Membran sel bersifat semipermeabel yang artinya, membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu


b. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat, diantaranya protein, lemak,karohidrat, zat-zat anorganik, enzim, vitamin, dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.

c. Inti sel (Nukleus)
Nukleus tersusun atas membran, cairan inti (nukleoplasma), kromosom, dan anak inti (nukleolus). Cairan inti tersusun atas air, protein, dan mineral. Kromosom merupkan pembawa sifat menurun yang tersusun atas benang-benang kromatin. Nukleus berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel.


d. Mitokondria
Mitokondria adalah organel bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel maka semakin banyak mitokondrianya.

e. Ribosom
Ribosom adalah salah satu organel yang berukuran kecil dan padat dalam sel. Ribosom berbentuk butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada membran retikulum endoplasma dan ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi untuk tempat membuat (mensisntesis) protein.

f. Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupkan saluran berliku yang membentang dari inti sel menuju ke sitoplasma. Ada dua tipe Retikulum endoplasma, Yaitu Retikulum endoplasma kasar dan halus. Pada Membran retikulum endoplasma kasar, terdapat ribosom. Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. Retikulum endplasma berfungsi untuk membuat dan menyalurkan bahan-bahan yang dibbutuhkan oleh oragnel-organel sel.

g. Badan golgi (Kompleks golgi)
Badan golgi berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berperan untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma dan menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan. selain itu badan golgi juga yang membentuk dinding sel.


h. Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan, atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna atau menghancurkan organel sel dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan dan tidak terdapat pada sel tumbuhan.

i. Sentriol
Sentriol berperan dalam pembelahan sel. Sentriol hanya dimiliki sel hewan jadi tidak ada pada sel tumbuhan.

j. Vakuola
Vakuola berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua, vakuola berukuran besar dan berisi cadangan makanan. Sedangkan pada hewan vakuola berukuran kecil. Pada protozoa, terdapat dua jenis vakuola, yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan sedangkan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dan mengatur keseimbangan air dalam sel.

k. Plastisida
Plastisida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastisida mengandung pigmen tertentu. Kloropas merupakan plastisida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukopas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

l. Dinding sel
Membran sel tumbuhan dilindungi oleh dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel juga menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan tetap kaku.


m. Peroksisom
Peroksisom disebut juga badan mikro, berukuran hampir sama dengan lisosom. Peroksisom dibatasi oleh membran tunggal dan terdapat baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan. Peroksisom berisi penuh dengan enzim, dan yang paling khas ialah enzim katalase. Fungsi dari peroksisom yaitu :
1. Mengahasilkan enzim katalase dan oksidase. Enzim oksidase berfungsi untuk menghasilkan hidrogen peroksida, yang membahayakan tubuh. Sehingga peroksisom juga menghasilkan enzim katalase untuk mengatasi bahaya tersebut
2. Memecahkan lemak menjadi molekul karbohidrat untuk dijadikan sebagai bahan respirasi sel
3. Menetralisir alkohol dan senyawa berbahaya lainnya4. Membantu perubahan senyawa purin dalam sel

Pada hewan peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal, pada tumbuhan terdapat dalam berbagai tipe sel.

n. Glioksisom
Glikosisom merupakan badan makro dari peroksisom.. Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan misalnya pada lapisan aleuron biji padi-padian. Glioksisom sering ditemukan di jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah pada tumbuhan. Glioksisom tumbuhan mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. 
Fungsi glikosisom yaitu :
1. Bersinergi dengan peroksisom dalam membantu metabolisme tubuh
2. Mengahasilkan gula sebagai sumber energi yang digunakan untuk proses perkecambahan

2. Jaringan-jaringan pada Hewan dan Tumbuhan

Semua fungsi hidup organisme bersel satu dilakukan oleh sel tunggal itu sendiri. Pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Selsel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan.

Tumbuhan mempunyai bermacam-macam jaringan. Jaringan pembuluh kayu (XILEM) berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun, sedangkan jaringan pembuluh tapis (FLOEM) mengangkut zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Ada jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dan sebagainya.

Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan, dan fungsi sama. Kumpulan sel tersebut bekerja sama membentuk dan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Kajian tentang jaringan dipelajari dalam histologi. Pada makhluk hidup terdapat berbagai macam jaringan, seperti jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan ikat. Jaringan saraf memiliki fungsi menyampaikan rangsang dari luar untuk diteruskan menuju otak. Otak tersebut menanggapi rangsang melalui jaringan saraf untuk meresponnya. Misalnya, saat memegang benda panas, kita akan merespons dengan melepas benda panas tersebut.

Jaringan yang berfungsi sebagai penguat pada tumbuhan adalah kolenkim dan sklerenkim.
Jaringan yang berfungsi melindungi jaringan di dalamnya adalah jaringan epidermis.

Bagian yang sering dinamakan alat gerak pasif pada hewan adalah adalah tulang dalam rangka, yang sebagian besar tersusun dari tulang keras (osteon).

Rangka adalah alat gerak pasif, karena tidak dapat dikendalikan langsung, dan memerlukan otot untuk bergerak. Sebaliknya otot adalah alat gerak aktif, karena dapat dikendalikan oleh sistem syaraf.

Tulang keras selain tersusun dari sel tulang keras dan serabut kolagen juga memiliki banyak kandungan mineral seperti kalsium (zat kapur) dan fosfor

Selain sebagai penopang tubuh dan sebagai alat gerak pasif, tulang keras memiliki fungsi untuk melindungi organ tubuh yang lunak, seperti tulang rusuk yang melindungi paru-paru dan jantung.

3. Organ-organ pada Hewan dan Tumbuhan

Pada waktu pengamatan jaringan tumbuhan, kamu perlu memotong salah satu bagian tumbuhan, misalnya daun. Di dalam daun, ternyata ada beberapa macam jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda akan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ.


Organ terdiri atas beberapa jaringan yang berbeda. Contoh organ adalah kulit, jantung, ginjal, dan mata. Organ kulit tersebut oleh beberapa jaringan, yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan darah, dan jaringan saraf. Keseluruhan jaringan tersebut bekerja sama menjalankan peran dan fungsinya, seperti melindungi tubuh dari berbagai faktor fisis dan menjadi pertahanan tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit (patogen). Di dalam tubuh makhluk hidup, organ-organ yang berbeda akan berkumpul membentuk suatu sistem yang disebut sistem organ. Kumpulan organ-organ tersebut akan menjalankan fungsi dan tugas yang saling berkaitan. Contoh sistem pada organ pada manusia, yaitu sistem pencernaan terdiri atas organ mulut, lidah, gigi, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

4. Sistem Organ dan Organisme

Beberapa organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi kerja tertentu disebut sistem organ. Individu merupakan organisme yang tersusun oleh kumpulan sistem organ. Kumpulan sistem organ tersebut membentuk individu. Adanya berbagai sistem organ yang memiliki fungsi berbeda, membuat suatu individu mampu melakukan fungsi hidupnya dengan baik. Contoh organisasi kehidupan tingkat individu adalah seekor kucing, seekor ular, dan seorang manusia.

link soal : https://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=kuis-sistem-organisasi-kehidupan-makhluk-hidup-kelas-7

1. SEL
Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya.

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda. Kedua jenis sel tersebut adalah sel prokariotik dan sel eukariotik.
Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel, tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti.
Pada sistem lima kingdom, hanya monera (bakteri dan ganggang biru) yang memiliki sel prokariotik.
Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya terdiri atas sel eukariotik

Sel Prokariota strukturnya lebih sederhana daripada struktur sel eukariota, karena tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. Batas sel ialah membran plasma. Di luar membran plasma terdapat dinding sel yang cukup kaku dan seringkali berupa kapsul luar yang biasanya mirip jeli. Sebagian bakteri memiliki flagela (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), atau keduanya yang menonjol dari permukaan selnya.

Sel-sel tersebut akan menyusun tubuh makhluk hidup melalui pengorganisasian yang sistematis. Dalam organisasi tubuh, sel memiliki peranan yang sangat penting. Kamu tidak dapat mengamati sel secara jelas pada tanaman atau hewan hanya dengan mata telanjang. Kamu membutuhkan alat bantu berupa mikroskop.

Bagian sel dan fungsinya




a. Membran sel (membran plasma)
Membran sel tersusun atas fosfor, lemak (lipid), karbohidrat, dan protein. Membran sel berfungsi untuk melindungi dan mengatur lalu lintas zat yang keluar masuk sel. Membran sel bersifat semipermeabel yang artinya, membran sel hanya dapat dilewati oleh zat tertentu


b. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat, diantaranya protein, lemak,karohidrat, zat-zat anorganik, enzim, vitamin, dan hormon. Sitoplasma berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel karena organel sel terdapat di sitoplasma.

c. Inti sel (Nukleus)
Nukleus tersusun atas membran, cairan inti (nukleoplasma), kromosom, dan anak inti (nukleolus). Cairan inti tersusun atas air, protein, dan mineral. Kromosom merupkan pembawa sifat menurun yang tersusun atas benang-benang kromatin. Nukleus berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel.


d. Mitokondria
Mitokondria adalah organel bermembran yang berfungsi sebagai tempat penghasil energi. Semakin aktif suatu sel maka semakin banyak mitokondrianya.

e. Ribosom
Ribosom adalah salah satu organel yang berukuran kecil dan padat dalam sel. Ribosom berbentuk butiran-butiran. Ribosom ada yang menempel pada membran retikulum endoplasma dan ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom berfungsi untuk tempat membuat (mensisntesis) protein.

f. Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma merupkan saluran berliku yang membentang dari inti sel menuju ke sitoplasma. Ada dua tipe Retikulum endoplasma, Yaitu Retikulum endoplasma kasar dan halus. Pada Membran retikulum endoplasma kasar, terdapat ribosom. Retikulum endoplasma halus tidak ditempeli ribosom. Retikulum endplasma berfungsi untuk membuat dan menyalurkan bahan-bahan yang dibbutuhkan oleh oragnel-organel sel.

g. Badan golgi (Kompleks golgi)
Badan golgi berbentuk seperti kumpulan kantong yang bertumpuk-tumpuk. Badan golgi berperan untuk memodifikasi bahan-bahan yang dihasilkan oleh retikulum endoplasma dan menyalurkannya ke organel-organel yang membutuhkan. selain itu badan golgi juga yang membentuk dinding sel.


h. Lisosom
Lisosom merupakan organel berbentuk kantong yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi untuk mencerna zat sisa, makanan, atau zat asing. Jika lisosom pecah, enzim di dalamnya akan mencerna atau menghancurkan organel sel dan akibatnya sel akan mati. Lisosom hanya terdapat pada sel hewan dan tidak terdapat pada sel tumbuhan.

i. Sentriol
Sentriol berperan dalam pembelahan sel. Sentriol hanya dimiliki sel hewan jadi tidak ada pada sel tumbuhan.

j. Vakuola
Vakuola berarti ruangan sel. Pada tumbuhan yang sudah tua, vakuola berukuran besar dan berisi cadangan makanan. Sedangkan pada hewan vakuola berukuran kecil. Pada protozoa, terdapat dua jenis vakuola, yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan sedangkan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dan mengatur keseimbangan air dalam sel.

k. Plastisida
Plastisida hanya terdapat pada tumbuhan. Plastisida mengandung pigmen tertentu. Kloropas merupakan plastisida yang berwarna hijau karena memiliki klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Kromplas berwarna kuning karena memiliki pigmen xantofil. Leukopas berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.

l. Dinding sel
Membran sel tumbuhan dilindungi oleh dinding sel. Selain melindungi sel, dinding sel juga menjaga bentuk sel tumbuhan tidak berubah dan tetap kaku.


m. Peroksisom
Peroksisom disebut juga badan mikro, berukuran hampir sama dengan lisosom. Peroksisom dibatasi oleh membran tunggal dan terdapat baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan. Peroksisom berisi penuh dengan enzim, dan yang paling khas ialah enzim katalase. Fungsi dari peroksisom yaitu :
1. Mengahasilkan enzim katalase dan oksidase. Enzim oksidase berfungsi untuk menghasilkan hidrogen peroksida, yang membahayakan tubuh. Sehingga peroksisom juga menghasilkan enzim katalase untuk mengatasi bahaya tersebut
2. Memecahkan lemak menjadi molekul karbohidrat untuk dijadikan sebagai bahan respirasi sel
3. Menetralisir alkohol dan senyawa berbahaya lainnya4. Membantu perubahan senyawa purin dalam sel

Pada hewan peroksisom banyak terdapat di hati dan ginjal, pada tumbuhan terdapat dalam berbagai tipe sel.

n. Glioksisom
Glikosisom merupakan badan makro dari peroksisom.. Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan misalnya pada lapisan aleuron biji padi-padian. Glioksisom sering ditemukan di jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah pada tumbuhan. Glioksisom tumbuhan mengandung enzim pengubah lemak menjadi gula. 
Fungsi glikosisom yaitu :
1. Bersinergi dengan peroksisom dalam membantu metabolisme tubuh
2. Mengahasilkan gula sebagai sumber energi yang digunakan untuk proses perkecambahan

2. Jaringan-jaringan pada Hewan dan Tumbuhan

Semua fungsi hidup organisme bersel satu dilakukan oleh sel tunggal itu sendiri. Pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Selsel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan.

Tumbuhan mempunyai bermacam-macam jaringan. Jaringan pembuluh kayu (XILEM) berfungsi mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun, sedangkan jaringan pembuluh tapis (FLOEM) mengangkut zat makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Ada jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dan sebagainya.

Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk, susunan, dan fungsi sama. Kumpulan sel tersebut bekerja sama membentuk dan menjalankan tugasnya sesuai dengan fungsinya. Kajian tentang jaringan dipelajari dalam histologi. Pada makhluk hidup terdapat berbagai macam jaringan, seperti jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan ikat. Jaringan saraf memiliki fungsi menyampaikan rangsang dari luar untuk diteruskan menuju otak. Otak tersebut menanggapi rangsang melalui jaringan saraf untuk meresponnya. Misalnya, saat memegang benda panas, kita akan merespons dengan melepas benda panas tersebut.

Jaringan yang berfungsi sebagai penguat pada tumbuhan adalah kolenkim dan sklerenkim.
Jaringan yang berfungsi melindungi jaringan di dalamnya adalah jaringan epidermis.

Bagian yang sering dinamakan alat gerak pasif pada hewan adalah adalah tulang dalam rangka, yang sebagian besar tersusun dari tulang keras (osteon).

Rangka adalah alat gerak pasif, karena tidak dapat dikendalikan langsung, dan memerlukan otot untuk bergerak. Sebaliknya otot adalah alat gerak aktif, karena dapat dikendalikan oleh sistem syaraf.

Tulang keras selain tersusun dari sel tulang keras dan serabut kolagen juga memiliki banyak kandungan mineral seperti kalsium (zat kapur) dan fosfor

Selain sebagai penopang tubuh dan sebagai alat gerak pasif, tulang keras memiliki fungsi untuk melindungi organ tubuh yang lunak, seperti tulang rusuk yang melindungi paru-paru dan jantung.

3. Organ-organ pada Hewan dan Tumbuhan

Pada waktu pengamatan jaringan tumbuhan, kamu perlu memotong salah satu bagian tumbuhan, misalnya daun. Di dalam daun, ternyata ada beberapa macam jaringan. Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda akan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu disebut organ.


Organ terdiri atas beberapa jaringan yang berbeda. Contoh organ adalah kulit, jantung, ginjal, dan mata. Organ kulit tersebut oleh beberapa jaringan, yaitu jaringan epitel, jaringan otot, jaringan darah, dan jaringan saraf. Keseluruhan jaringan tersebut bekerja sama menjalankan peran dan fungsinya, seperti melindungi tubuh dari berbagai faktor fisis dan menjadi pertahanan tubuh dari mikroorganisme penyebab penyakit (patogen). Di dalam tubuh makhluk hidup, organ-organ yang berbeda akan berkumpul membentuk suatu sistem yang disebut sistem organ. Kumpulan organ-organ tersebut akan menjalankan fungsi dan tugas yang saling berkaitan. Contoh sistem pada organ pada manusia, yaitu sistem pencernaan terdiri atas organ mulut, lidah, gigi, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

4. Sistem Organ dan Organisme

Beberapa organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi kerja tertentu disebut sistem organ. Individu merupakan organisme yang tersusun oleh kumpulan sistem organ. Kumpulan sistem organ tersebut membentuk individu. Adanya berbagai sistem organ yang memiliki fungsi berbeda, membuat suatu individu mampu melakukan fungsi hidupnya dengan baik. Contoh organisasi kehidupan tingkat individu adalah seekor kucing, seekor ular, dan seorang manusia.

link soal : https://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=kuis-sistem-organisasi-kehidupan-makhluk-hidup-kelas-7

JADWAL 06 JANUARI 2020-10 JANUARI 2020





PERBANDINGAN (KELAS 7 SEMESTER 2)

PERBANDINGAN SENILAI


Dikatakan perbandingan senilai / berbanding lurus apabila kedua sisi mempunyai nilai yang sama-sama akan bertambah atau berkurang secara bersamaan.



Contoh-1:
A:10=3:6
A
10
=
3
6
A×6=10×3
6A=30
A=
30
6
A=
5


PERBANDINGAN TIDAK SENILAI

Dikatakan perbandingan terbalik apabila satu sisi nilai bertambah, maka nilai yang lain berkurang.



Contoh:
Sebuah mobil menempuh suatu jarak dengan kecepatan 40 km/jam selama 5 jam. Jika ia ingin menempuh jarak tersebut hanya dalam waktu 2 jam, berapakah kecepatan yang dibutuhkan?

JAWAB : 

PERBANDINGAN SENILAI PADA PETA

Perbandingan ukuran pada gambar (model) dengan ukuran sebenarnya.
Skala=
Ukuran pada Gambar
Ukuran Sebenarnya

maka
Skala=
Panjang Gambar
Panjang Sebenarnya
 
Skala=
Lebar Gambar
Lebar Sebenarnya
 
Skala=
Tinggi Gambar
Tinggi Sebenarnya

Skala 1 : n artinya 1 cm ukuran pada gambar mewakili n cm ukuran sebenarnya.
• Faktor pengecilan:
Skala = 1 : n
, dimana ukuran sebenarnya diperkecil
• Faktor perbesaran:
Skala = n : 1
, dimana ukuran sebenarnya diperbesar
CONTOH SOAL:

1. Sebuah peta dibuat sedemikian sehingga setiap 9 cm mewakili 36 km jarak sebenarnya. Besar skala peta adalah...
JAWAB : Skala = 9 cm : 36 km
                       = 9 cm : 3.600.000cm
                       = 1 cm : 400.000 cm

2. Sebuah lapangan berbentuk persegi panjang dengan panjang 12m, dan lebar 10m. Lapangan tersebut digambar dengan skala sehingga panjangnya menjadi 24cm. Lebar lapangan tersebut pada gambar adalah...
JAWAB : 
Panjang sebenarnya : 12 m konversikan 1.200 cm
Lebar sebenarnya : 10 m konversikan 1.000 cm

Panjang gambar : Panjang Sebenarnya = Lebar gambar : Lebar Sebenarnya
24 cm : 1.200 cm= Lebar gambar : 1.000 cm
1.200 . Lebar gambar = 1.000 x 24
Lebar Gambar = 1.000 x 24 : 1.200
Lebar Gambar = 20 cm

MENYEDERHANAKAN PECAHAN

Penting untuk diketahui bahwa perbandingan haruslah:
  • Mempunyai besaran yang sama.
    mis: buah berbanding dengan buah, km dengan km.
  • Menunjukkan nilai terkecil / paling sederhana dari nilai kedua sisi.
  • Nilai kedua sisi merupakan bilangan asli.

Cara sederhanakan perbandingan:
  1. Pada perbandingan antara besaran yang berbeda, bisa diubah keduanya ke jenis satuan terkecil.
  2. Kedua sisi dibagi dengan nilai yang sama, sampai keduanya tidak bisa dibagi lagi.
  3. Atau bagikan kedua sisi dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua sisi





PERBANDINGAN SENILAI


Dikatakan perbandingan senilai / berbanding lurus apabila kedua sisi mempunyai nilai yang sama-sama akan bertambah atau berkurang secara bersamaan.



Contoh-1:
A:10=3:6
A
10
=
3
6
A×6=10×3
6A=30
A=
30
6
A=
5


PERBANDINGAN TIDAK SENILAI

Dikatakan perbandingan terbalik apabila satu sisi nilai bertambah, maka nilai yang lain berkurang.



Contoh:
Sebuah mobil menempuh suatu jarak dengan kecepatan 40 km/jam selama 5 jam. Jika ia ingin menempuh jarak tersebut hanya dalam waktu 2 jam, berapakah kecepatan yang dibutuhkan?

JAWAB : 

PERBANDINGAN SENILAI PADA PETA

Perbandingan ukuran pada gambar (model) dengan ukuran sebenarnya.
Skala=
Ukuran pada Gambar
Ukuran Sebenarnya

maka
Skala=
Panjang Gambar
Panjang Sebenarnya
 
Skala=
Lebar Gambar
Lebar Sebenarnya
 
Skala=
Tinggi Gambar
Tinggi Sebenarnya

Skala 1 : n artinya 1 cm ukuran pada gambar mewakili n cm ukuran sebenarnya.
• Faktor pengecilan:
Skala = 1 : n
, dimana ukuran sebenarnya diperkecil
• Faktor perbesaran:
Skala = n : 1
, dimana ukuran sebenarnya diperbesar
CONTOH SOAL:

1. Sebuah peta dibuat sedemikian sehingga setiap 9 cm mewakili 36 km jarak sebenarnya. Besar skala peta adalah...
JAWAB : Skala = 9 cm : 36 km
                       = 9 cm : 3.600.000cm
                       = 1 cm : 400.000 cm

2. Sebuah lapangan berbentuk persegi panjang dengan panjang 12m, dan lebar 10m. Lapangan tersebut digambar dengan skala sehingga panjangnya menjadi 24cm. Lebar lapangan tersebut pada gambar adalah...
JAWAB : 
Panjang sebenarnya : 12 m konversikan 1.200 cm
Lebar sebenarnya : 10 m konversikan 1.000 cm

Panjang gambar : Panjang Sebenarnya = Lebar gambar : Lebar Sebenarnya
24 cm : 1.200 cm= Lebar gambar : 1.000 cm
1.200 . Lebar gambar = 1.000 x 24
Lebar Gambar = 1.000 x 24 : 1.200
Lebar Gambar = 20 cm

MENYEDERHANAKAN PECAHAN

Penting untuk diketahui bahwa perbandingan haruslah:
  • Mempunyai besaran yang sama.
    mis: buah berbanding dengan buah, km dengan km.
  • Menunjukkan nilai terkecil / paling sederhana dari nilai kedua sisi.
  • Nilai kedua sisi merupakan bilangan asli.

Cara sederhanakan perbandingan:
  1. Pada perbandingan antara besaran yang berbeda, bisa diubah keduanya ke jenis satuan terkecil.
  2. Kedua sisi dibagi dengan nilai yang sama, sampai keduanya tidak bisa dibagi lagi.
  3. Atau bagikan kedua sisi dengan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari kedua sisi





TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A. TEKANAN ZAT
Gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya dapat mengubah bentuk, arah, dan kecepatan benda. Sekarang, tahukah kamu apa itu tekanan? Tekanan sangat berhubungan dengan gaya dan luas permukaan benda.

B. TEKANAN ZAT PADAT
 Konsep tekanan sama dengan penyebaran gaya pada luas suatu permukaan. Sehingga, apabila gaya yang diberikan pada suatu benda (F) semakin besar, maka tekanan yang dihasilkan akan semakin besar. Sebaliknya, semakin luas permukaan suatu benda, tekanan yang dihasilkan semakin kecil. Secara matematis, besaran tekanan dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut.

C. TEKANAN ZAT CAIR

a. Tekanan Hidrostatis

Kedalaman zat cair dan massa jenis zat cair memengaruhi tekanan yang dihasilkan oleh zat cair atau disebut dengan tekanan hidrostatis. Semakin dalam zat cair, semakin besar tekanan yang dihasilkan. Semakin besar massa jenis zat cair, semakin besar pula tekanan yang dihasilkan.  

dengan: p = Tekanan (N/m2 ) m = Massa benda (kg) ρ = Massa jenis zat cair (kg/m3 ) g = Percepatan gravitasi (m/s2 ) h = Tinggi zat cair (m) V = Volume (m3)

Tekanan hidrostatis ini penting untuk diperhatikan dalam merancang berbagai struktur bangunan dalam penampungan air, misalnya pembangunan bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain PLTA, para arsitek kapal selam juga memperhitungkan tekanan hidrostatis air laut, sehingga kapal selam mampu menyelam ke dasar laut dengan kedalaman ratusan meter tanpa mengalami kebocoran atau kerusakan akibat tekanan hidrostatis.

b. Hukum Archimedes

Tahukah kamu bahwa baja merupakan logam yang utamanya terbuat dari campuran besi dan karbon? Dengan demikian baja memiliki massa jenis yang lebih besar daripada massa jenis air laut. Coba kamu pikirkan mengapa kapal selam maupun kapal laut lainnya yang terbuat dari baja tidak tenggelam, padahal massa jenis baja jauh lebih besar daripada massa jenis air laut?

Jawabannya adalah ketika suatu benda dimasukkan ke dalam air, beratnya seolah-olah berkurang. Peristiwa ini bukan berarti ada massa benda yang hilang. Berat benda berkurang saat dimasukkan ke dalam air, disebabkan oleh adanya gaya apung (Fa ) yang mendorong benda ke atas atau berlawanan dengan arah berat benda.

Secara matematis, dapat dituliskan: 
Fa = wbu− wba 
sehingga, 
wba = wbu− Fa 

dengan: Fa = Gaya apung (N) wba = Berat benda di air (N) wbu = Berat benda di udara (N)

Fenomena ini dipelajari oleh Archimedes yang hasilnya kemudian dinyatakan sebagai hukum Archimedes sebagai berikut: 

“Jika benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda itu akan mendapat gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang didesak oleh benda tersebut”. 

Berarti, menurut hukum Archimedes, besar gaya ke atas adalah: 

Fa = ρc × g × V cp 

dengan: Fa = Gaya apung (N) ρc = Massa jenis zat cair (kg/m3 ) g = Percepatan gravitasi (m/s2 ) V cp = Volume zat cair yang dipindahkan (m3 ) 

Jika gaya apung maksimum lebih besar daripada gaya berat maka benda akan terapung. 
Sebaliknya, jika gaya apung maksimum lebih kecil daripada gaya berat maka benda akan tenggelam. Jika gaya apung maksimum sama dengan berat benda, maka benda akan melayang. 
Gaya apung maksimum adalah gaya apung jika seluruh benda berada di bawah permukaan zat cair.

c. Hukum Pascal
Bagaimana alat pengangkat yang disebut pompa hidrolik dapat mengangkat mobil yang sangat berat padahal di dalam pompa hidrolik tersebut hanya berisi udara atau dapat berupa minyak?

Hal ini dikarenakan tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama. Hal ini merupakan bunyi dari hukum Pascal.

p = Tekanan (N/m2 ) F1 dan F2 = Gaya yang diberikan (newton) A1 dan A2 = Luas penampang (m2)

D. TEKANAN GAS

Ternyata, prinsip tekanan gas dimanfaatkan untuk mengembangkan balon udara. Balon udara dapat terbang karena massa jenis total dari balon udara lebih rendah daripada massa jenis udara di sekitarnya. Massa jenis balon udara tersebut dikendalikan oleh perubahan temperatur pada udara dalam balon. Seorang pilot mengontrol temperatur udara dalam balon dengan menggunakan pembakar yang ada di bawah lubang balon.

Ketika bara api dari pembakar memanaskan udara dalam balon, berat balon menjadi lebih kecil dari gaya ke atas sehingga balon akan bergerak ke atas (Ingat, udara panas lebih ringan dari udara dingin). Jika ingin turun, maka pemanasan udara dalam balon dikurangi atau dihentikan sehingga suhu udara dalam balon menurun. Gaya ke atas pada balon adalah sama dengan berat udara dingin yang dipindahkan oleh balon tersebut.

Aplikasi Konsep Tekanan Zat pada Makhluk Hidup

1. Pengangkutan Air dan Nutrisi pada Tumbuhan

Bagaimanakah air dapat naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi? 

Air dapat diangkut naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan karena adanya daya kapilaritas batang. Sifat ini seperti yang terdapat pada pipa kapiler. Pipa kapiler memiliki bentuk yang hampir menyerupai sedotan akan tetapi diameternya sangat kecil. Apabila salah satu ujung pipa kapiler dimasukkan ke dalam air, air yang berada pada pipa tersebut akan lebih tinggi daripada air yang berada di sekitar pipa kapiler.
Daya kapilaritas batang dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan adhesi.
Selain disebabkan oleh gaya kohesi dan adhesi, naiknya air ke daun disebabkan oleh penggunaan air di bagian daun atau yang disebut dengan daya isap daun. 

Semua bagian tumbuhan, yaitu akar, batang, daun, dan bagian lainnya memerlukan nutrisi. Agar kebutuhan nutrisi di setiap bagian tumbuhan terpenuhi, maka dibutuhkan suatu proses pengangkutan nutrisi hasil fotosintesis berupa gula dan asam amino ke seluruh tubuh tumbuhan. 
Pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan terjadi melalui pembuluh floem. Pengangkutan zat-zat hasil fotosintesis dimulai dari sumbernya, yaitu daun (daerah yang memiliki konsentrasi gula tinggi) ke bagian tanaman lain yang dituju (daerah yang memiliki konsentrasi gula rendah) dengan dibantu oleh sirkulasi air yang mengalir melalui pembuluh xilem dan floem.

2. Tekanan Darah pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Pada saat jantung memompa darah, darah akan mendapatkan dorongan sehingga mengalir melalui pembuluh darah. Saat mengalir dalam pembuluh darah, darah memberikan dorongan pada dinding pembuluh darah yang disebut dengan tekanan darah. Agar tekanan darah tetap terjaga, maka pembuluh darah harus terisi penuh oleh darah. Bila terjadi kehilangan darah akibat kecelakaan atau penyakit, tekanan darah dapat hilang, sehingga darah tidak dapat mengalir menuju selsel di seluruh tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi.
Tekanan darah diukur dengan menggunakan sebuah alat yang bernama sphygmomanometer, ada pula yang menyebutnya dengan tensimeter

3. Tekanan Gas pada Proses Pernapasan Manusia

Di dalam paru-paru tepatnya di alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2 ) dan karbon dioksida (CO2 ). Setiap menit paru-paru dapat menyerap sekitar 250 mL O2 dan mengeluarkan sebanyak 200 mL CO2 . Proses pertukaran antara O2 dengan CO2 terjadi secara difusi, yaitu proses perpindahan zat terlarut dari daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial rendah.






A. TEKANAN ZAT
Gaya adalah tarikan atau dorongan. Gaya dapat mengubah bentuk, arah, dan kecepatan benda. Sekarang, tahukah kamu apa itu tekanan? Tekanan sangat berhubungan dengan gaya dan luas permukaan benda.

B. TEKANAN ZAT PADAT
 Konsep tekanan sama dengan penyebaran gaya pada luas suatu permukaan. Sehingga, apabila gaya yang diberikan pada suatu benda (F) semakin besar, maka tekanan yang dihasilkan akan semakin besar. Sebaliknya, semakin luas permukaan suatu benda, tekanan yang dihasilkan semakin kecil. Secara matematis, besaran tekanan dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut.

C. TEKANAN ZAT CAIR

a. Tekanan Hidrostatis

Kedalaman zat cair dan massa jenis zat cair memengaruhi tekanan yang dihasilkan oleh zat cair atau disebut dengan tekanan hidrostatis. Semakin dalam zat cair, semakin besar tekanan yang dihasilkan. Semakin besar massa jenis zat cair, semakin besar pula tekanan yang dihasilkan.  

dengan: p = Tekanan (N/m2 ) m = Massa benda (kg) ρ = Massa jenis zat cair (kg/m3 ) g = Percepatan gravitasi (m/s2 ) h = Tinggi zat cair (m) V = Volume (m3)

Tekanan hidrostatis ini penting untuk diperhatikan dalam merancang berbagai struktur bangunan dalam penampungan air, misalnya pembangunan bendungan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain PLTA, para arsitek kapal selam juga memperhitungkan tekanan hidrostatis air laut, sehingga kapal selam mampu menyelam ke dasar laut dengan kedalaman ratusan meter tanpa mengalami kebocoran atau kerusakan akibat tekanan hidrostatis.

b. Hukum Archimedes

Tahukah kamu bahwa baja merupakan logam yang utamanya terbuat dari campuran besi dan karbon? Dengan demikian baja memiliki massa jenis yang lebih besar daripada massa jenis air laut. Coba kamu pikirkan mengapa kapal selam maupun kapal laut lainnya yang terbuat dari baja tidak tenggelam, padahal massa jenis baja jauh lebih besar daripada massa jenis air laut?

Jawabannya adalah ketika suatu benda dimasukkan ke dalam air, beratnya seolah-olah berkurang. Peristiwa ini bukan berarti ada massa benda yang hilang. Berat benda berkurang saat dimasukkan ke dalam air, disebabkan oleh adanya gaya apung (Fa ) yang mendorong benda ke atas atau berlawanan dengan arah berat benda.

Secara matematis, dapat dituliskan: 
Fa = wbu− wba 
sehingga, 
wba = wbu− Fa 

dengan: Fa = Gaya apung (N) wba = Berat benda di air (N) wbu = Berat benda di udara (N)

Fenomena ini dipelajari oleh Archimedes yang hasilnya kemudian dinyatakan sebagai hukum Archimedes sebagai berikut: 

“Jika benda dicelupkan ke dalam zat cair, maka benda itu akan mendapat gaya ke atas yang sama besar dengan berat zat cair yang didesak oleh benda tersebut”. 

Berarti, menurut hukum Archimedes, besar gaya ke atas adalah: 

Fa = ρc × g × V cp 

dengan: Fa = Gaya apung (N) ρc = Massa jenis zat cair (kg/m3 ) g = Percepatan gravitasi (m/s2 ) V cp = Volume zat cair yang dipindahkan (m3 ) 

Jika gaya apung maksimum lebih besar daripada gaya berat maka benda akan terapung. 
Sebaliknya, jika gaya apung maksimum lebih kecil daripada gaya berat maka benda akan tenggelam. Jika gaya apung maksimum sama dengan berat benda, maka benda akan melayang. 
Gaya apung maksimum adalah gaya apung jika seluruh benda berada di bawah permukaan zat cair.

c. Hukum Pascal
Bagaimana alat pengangkat yang disebut pompa hidrolik dapat mengangkat mobil yang sangat berat padahal di dalam pompa hidrolik tersebut hanya berisi udara atau dapat berupa minyak?

Hal ini dikarenakan tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besar yang sama. Hal ini merupakan bunyi dari hukum Pascal.

p = Tekanan (N/m2 ) F1 dan F2 = Gaya yang diberikan (newton) A1 dan A2 = Luas penampang (m2)

D. TEKANAN GAS

Ternyata, prinsip tekanan gas dimanfaatkan untuk mengembangkan balon udara. Balon udara dapat terbang karena massa jenis total dari balon udara lebih rendah daripada massa jenis udara di sekitarnya. Massa jenis balon udara tersebut dikendalikan oleh perubahan temperatur pada udara dalam balon. Seorang pilot mengontrol temperatur udara dalam balon dengan menggunakan pembakar yang ada di bawah lubang balon.

Ketika bara api dari pembakar memanaskan udara dalam balon, berat balon menjadi lebih kecil dari gaya ke atas sehingga balon akan bergerak ke atas (Ingat, udara panas lebih ringan dari udara dingin). Jika ingin turun, maka pemanasan udara dalam balon dikurangi atau dihentikan sehingga suhu udara dalam balon menurun. Gaya ke atas pada balon adalah sama dengan berat udara dingin yang dipindahkan oleh balon tersebut.

Aplikasi Konsep Tekanan Zat pada Makhluk Hidup

1. Pengangkutan Air dan Nutrisi pada Tumbuhan

Bagaimanakah air dapat naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi? 

Air dapat diangkut naik dari akar ke bagian tumbuhan lain yang lebih tinggi dan diedarkan ke seluruh tubuh tumbuhan karena adanya daya kapilaritas batang. Sifat ini seperti yang terdapat pada pipa kapiler. Pipa kapiler memiliki bentuk yang hampir menyerupai sedotan akan tetapi diameternya sangat kecil. Apabila salah satu ujung pipa kapiler dimasukkan ke dalam air, air yang berada pada pipa tersebut akan lebih tinggi daripada air yang berada di sekitar pipa kapiler.
Daya kapilaritas batang dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi dan adhesi.
Selain disebabkan oleh gaya kohesi dan adhesi, naiknya air ke daun disebabkan oleh penggunaan air di bagian daun atau yang disebut dengan daya isap daun. 

Semua bagian tumbuhan, yaitu akar, batang, daun, dan bagian lainnya memerlukan nutrisi. Agar kebutuhan nutrisi di setiap bagian tumbuhan terpenuhi, maka dibutuhkan suatu proses pengangkutan nutrisi hasil fotosintesis berupa gula dan asam amino ke seluruh tubuh tumbuhan. 
Pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan terjadi melalui pembuluh floem. Pengangkutan zat-zat hasil fotosintesis dimulai dari sumbernya, yaitu daun (daerah yang memiliki konsentrasi gula tinggi) ke bagian tanaman lain yang dituju (daerah yang memiliki konsentrasi gula rendah) dengan dibantu oleh sirkulasi air yang mengalir melalui pembuluh xilem dan floem.

2. Tekanan Darah pada Sistem Peredaran Darah Manusia

Pada saat jantung memompa darah, darah akan mendapatkan dorongan sehingga mengalir melalui pembuluh darah. Saat mengalir dalam pembuluh darah, darah memberikan dorongan pada dinding pembuluh darah yang disebut dengan tekanan darah. Agar tekanan darah tetap terjaga, maka pembuluh darah harus terisi penuh oleh darah. Bila terjadi kehilangan darah akibat kecelakaan atau penyakit, tekanan darah dapat hilang, sehingga darah tidak dapat mengalir menuju selsel di seluruh tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh akan mati karena tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi.
Tekanan darah diukur dengan menggunakan sebuah alat yang bernama sphygmomanometer, ada pula yang menyebutnya dengan tensimeter

3. Tekanan Gas pada Proses Pernapasan Manusia

Di dalam paru-paru tepatnya di alveolus terjadi pertukaran antara oksigen (O2 ) dan karbon dioksida (CO2 ). Setiap menit paru-paru dapat menyerap sekitar 250 mL O2 dan mengeluarkan sebanyak 200 mL CO2 . Proses pertukaran antara O2 dengan CO2 terjadi secara difusi, yaitu proses perpindahan zat terlarut dari daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial rendah.






TEOREMA PHYTAGORAS KELAS 8 SEMESTER 2


TEOREMA PYHTAGORAS
Kegunaan Phytagoras :




Ketika ingin membuat pondasi atap rumah, kita memerlukan perhitungan yang tepat agar atap bisa berbentuk segitiga siku-siku. Jika kita mempunyai kayu dengan ukuran :







Dari percobaan tersebut, rumus yang didapat yaitu :
Sisi Miring2 = Alas2 + Tinggi2
Mari kita buktikan :
Diketahui : Sisi miring = 5 cm, alas 4 cm, tinggi 3 cm, Jika dimasukkan ke dalam rumus:
5cm2 = 4cm2+3cm2
25 cm = 16 cm + 9 cm
25 cm = 25 cm
Kenapa bisa pas banget? Karena…
JUMLAH ALAS DAN TINGGI DIPANGKAT 2 SAMA DENGAN SISI MIRING PANGKAT 2


KESIMPULAN:













Berikut Tabel Teorema Phytagoras :














TEOREMA PYHTAGORAS
Kegunaan Phytagoras :




Ketika ingin membuat pondasi atap rumah, kita memerlukan perhitungan yang tepat agar atap bisa berbentuk segitiga siku-siku. Jika kita mempunyai kayu dengan ukuran :







Dari percobaan tersebut, rumus yang didapat yaitu :
Sisi Miring2 = Alas2 + Tinggi2
Mari kita buktikan :
Diketahui : Sisi miring = 5 cm, alas 4 cm, tinggi 3 cm, Jika dimasukkan ke dalam rumus:
5cm2 = 4cm2+3cm2
25 cm = 16 cm + 9 cm
25 cm = 25 cm
Kenapa bisa pas banget? Karena…
JUMLAH ALAS DAN TINGGI DIPANGKAT 2 SAMA DENGAN SISI MIRING PANGKAT 2


KESIMPULAN:













Berikut Tabel Teorema Phytagoras :













 
BIMBEL ATAP KREATIF Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template